Persaudaraan Bagai Dongeng

Selama hidup kita mungkin banyak pertemanan, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Dari sekian banyak orang yang dikenal, ada beberapa orang yang kita berikan perhatian lebih. Sebagaian dari mereka mungkin tidak memiliki hubungan darah, hubungan keluarga, hubungan kerja, bahkan mungkin tidak tumbuh bersama.

Di tengah perbedaan itu, ada ikatan lain yang membuat kita tetap ingin bersama.  Bersama mereka kita dapat berbagi apapun, dari obrolan ringan sampai bantuan materi jika dibutuhkan. Orang-orang yang spesial itu biasa kita sebut Sahabat.

Di jaman Nabi ikatan persahabatan antara dua orang atau lebih begitu kuat. Bahkan jika saja tidak ada aturan waris, Sahabat dapat diangkat menjadi saudara yang saling mewarisi. Persahabatan dalam Islam ini dapat menjadi ladang pahala. Misalnya persahabatan Rasulullah dengan Abu Bakar Radhiyallahu anhu. Abu Bakar begitu mencintai Sahabatnya bahkan melebihi cinta pada dirinya sendiri. Abu bakar bahkan berani merelakan kakinya digigit ular berbisa agar Rasul tetap tidur dengan tenang. Padahal, jika  mau, Abu bakar dapat memindahkan posisi tidur Rasul dan mengusir ular tersebut. Abu Bakar lebih rela melihat sahabatnya beristirahat tanpa gangguan dibandingkan rasa sakit bisa ular yang mematikan.

Nabi merupakan orang yang paling dicintai oleh kaumnya, mungkin masih wajar jika Sahabat-sahabat Nabi begitu ingin melindunginya. Namun bagaimana ikatan persahabatan antar sesama sahabat Nabi?

Persahabatan antar Sahabat tidak kalah kuat dengan persahabatan dengan Nabi. bahkan persahabatan antar sahabat  di Jaman Nabi diabadikan di dalam Al-Qur`ân, surat al-Hasyr/59 ayat 9 :

وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ

Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshâr) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah kepada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).

Mujahirin adalah Orang-orang muslim mekah yang hijrah ke madinah menghindari siksaaan kaum Qurais. Mereka pergi ke madinah dengan membawa perbekalan seadanya, bahkan sebagian tanpa harta benda. Sebagian besar harta mereka ditinggal di Makkah, padahal mereka akan menetap di Madinah. Ini akan menjadi masalah bagi mereka di tempat yang baru. Terlebih lagi, kondisi Madinah yang subur sangat berbeda dengan kondisi Makkah yang gersang. Keahlian mereka berdagang di Makkah berbeda dengan mayoritas penduduk Madinah yang bertani.

Untuk mengatasi permasalah tersebut Nabi berinisiatif mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan penduduk muslim madinah (kaum Anshar).

Di antara kisah persaudaraan Kaum Muhajirin dengan Kaum Anshar yang menarik adalah kisah ‘Abdurrahmân bin ‘Auf Radhiyallahu anhu dengan Sa’ad bin Rabi’ Radhiyallahu anhu . Sa’ad Radhiyallahu anhu berkata kepada ‘Abdurrahmân Radhiyallahu anhu : “Aku adalah kaum Anshâr yang paling banyak harta. Aku akan membagi hartaku setengah untukmu. Pilihlah di antara istriku yang kau inginkan, (dan) aku akan menceraikannya untukmu. Jika selesai masa ‘iddahnya, engkau bisa menikahinya”.

Mendengar pernyataan saudaranya itu, ‘Abdurrahmân Radhiyallahu anhu menjawab: “Aku tidak membutuhkan hal itu. Adakah pasar (di sekitar sini) tempat berjual-beli?”

Lalu Sa’ad Radhiyallahu anhu menunjukkan pasar Qainuqa’. Mulai saat itu, ‘Abdurrahmân Radhiyallahu anhu sering pergi ke pasar untuk berniaga, sampai akhirnya ia berkecukupan dan tidak memerlukan lagi bantuan dari saudaranya.

Seperti itulah persahabatan di Jaman Nabi. Mereka akan mendahulukan kepentingan Sahabat di atas kepentingannya sendiri.

referensi:

https://almanhaj.or.id/3746-terjalinnya-persaudaraan-antara-kaum-muhajirin-dengan-kaum-anshar.html

 

Advertisements

Gifted dengan Underachiver apa bisa?

Jika berpikir anak gifted adalah individu dengan segudang prestasi akademis, Anda pasti kecewa. Tipe gifted tidak homogen. banyak diantaranya malah berprestasi rendah di bawah kemampuannya (underachiver).

Anak mungkin sudah pandai berargumen tetapi mendapat nilai rendah dalam tesnya. Misal untuk mendapat nilai 70 atau 80 dalam matematikapun, anak harus berjuang sekuat tenaga. Ini diluar ekspektasi lingkungan maupun anak secara pribadi. jika dibiarkan begitu saja ini akan merusak lingkungan dan pribadi anak gifted.

Guru dan/atau orangtua akan sangat direpotkan oleh anak ini. Bagaimana tidak untuk menggikuti pola berpikir anak yang unik saja sudah menguras energi, tambah lagi anak cenderung tidak berprestasi dengan metode belajar biasa. Pengakayaan materi untuk meningkatkan daya nalarnya atau remedial untuk atasi hambatan belajar akan selalu jadi pertimbangan pembelajaran anak.

  Pengertian Underachiever Gifted

Underachiever Gifted adalah jika ada ketidaksesuaian antara prestasi sekolah anak dengan indeks kemampuannya sebagaimana nyata dari tes intelegensi, prestasi atau kreativitas atau dari data observasi, dimana tingkat prestasi sekolah nyata lebih rendah daripada tingkat kemampuan anak” (Davis and Rimm dikutip Utami Munandar.1999).

Karakteristik Anak Underachiever Gifted

  1. Nilai mayoritas rendah pada nilai prestasi atau ulangan
  2. Mencapai nilai rata-rata atau di bawah rata-rata kelas dalam keterampilan dasar seperti membaca, menulis dan berhitung
  3. Pekerjaan sehari-hari tidak lengkap atau buruk
  4. Memahami dan mengingat konsep hanya jika berminat
  5. Kesenjangan antara tingkat kualitatif pekerjaan lisan dan tulisan
  6. Menunjukkan kepekaan dalam persepsi terhadap diri sendiri, selalu tinggi atau terlalu rendah
  7. Tidak menyukai pekerjaan praktis atau hapalan
  8. Tidak mampu memusatkan perhatian dan berkonsentrasi pada tugas-tugas
  9. Mempunyai sikap tak acuh atau negatif terhadap sekolah
  10. Menolak upaya guru memotivasi atau menanamkan disiplin perilaku di kelas
  11. Mengalami kesulitan dalam hubungan dengan teman sebaya, kurang dapat mempertahankan persahabat.

Dilihat dari karakteristiknya saja, tidak meyakinkan. Bagaimana mungkin orang akan percaya anak ini gifted. Orang-orang awam mungkin akan melabelnya bodoh.

Alberlt Einstein adalah  anak gifted dengan underachiever di sekolah. Ketika sekolah dasar, nilai-nilai Einstein sangatlah buruk hingga ia sempat disebut anak yang bodoh karena tidak “mampu” berprestasi dengan baik. Einstein tidak dapat berprestasi di sekolah karena ia harus mengulang hal-hal yang sudah diketahuinya, yang menurutnya tidak ada manfaatnya, bukan karena ia tidak mampu.

Kalau saja Einstein menerima label buruk yang diberikan lingkungan mungkin tidak ada yang Einstein sebagai jenius. Hanya karunia dari Sang Pencipta yang membimbing anak-anak ini mampu “bersinar” menciptakan karya yang mendunia.

Referensi:

http://jurigbk.blogspot.co.id/2012/04/giftedness-dan-underachiever-gifted.html

Bilangan Prima Mersenne

Baru-baru ini telah ditemukan bilangan prima mersenne yang ke 49. ini adalah bilangan terbesar yang pernah ada. Penemuan bilangan prima terbesar digagas oleh Dr. Curtis Cooper dari University of Central Missouri. Bilangan prima yang ditrmukannya adalah M74207281. Kalau dijabarkan, bilangan ini terdiri dari 22.338.618 digit.

02-14

Bilangan prima Mersenne adalah bilangan prima dengan digit yang sangat banyak yang dinotasikan M_p adalah bilangan prima yang mempunyai bentuk 2^p-1 dengan p juga bilangan prima.

Prima Mersenne sudah dipelajari oleh matematikana Yunani kuno, lebih dari 2400 tahun yang lalu.  Nama bilangn “Prima Mersenne” diambil dari nama pendeta Jesuit asal Prancis yang hidup di abad pertengahan Marin Mersenne (1588–1648). Pendeta ini merupakan orang yang membuat daftar Prima Mersenne saat itu.

Sampai detik ini para Matematikawan belum mengetahui apakah prima Mersenne termasuk himpunan bilangan berhingga atau tak berhingga? Pencarian prima Mersenne masih terus dilakukan. Bahkan, untuk menemukan bilangan besar ini dibentuklah Great Internet Mersenne Prime Search (GIMPS).

GIMPS adalah proyek kerjasama global yang bersifat suka-rela untuk mencari prima Mersenne. GIMPS bahkan menyediakan hadiah sampai US$ 150.000,- bagi yang berhasil menemukan prima Mersenne baru. cukup menggiurkan bukan?

Apa kegunaaan bilangan prima mersenne?

Bilangan prima umumnya berguna untuk pembacaan sandi atau cryptanalysis. Bilangan prima bisa menjamin keamanan transaksi online seperti perbankan, termasuk chatting, dan belanja. semakin besar digit bilangan prima semakin banyak data yang dapat diselamatkan. Jadi bilangan prima mersenne dapat dipakai untuk menguji hardware komputer. Dengan menggunakan bilangan prima, bisa ditemukan kalau ada permasalahan khusus dalam prosesor komputer.

referensi

https://student.cnnindonesia.com/edukasi/20170308111826-445-198640/ini-bilangan-prima-terbesar-di-dunia/

http://ultimagz.com/iptek/penemuan-bilangan-prima-terbesar-baru/

Prima Mersenne

 

 

Peranku untuk VsL

Siapa yang tidak kenal Musa Izzanardi? Anak 14 tahun yang berhasil diterima di ITB dan UI.

Izzan, nama akrabnya. Sejak usia 7 tahun sudah ingin segera masuk kuliah, setidaknya di usia 12 tahun sudah kuliah.  Ide ngeyel, tapi saya percaya Izzan bisa.

Pertama kali mengenal Izzan adalah ketika saya dalam masa pencarian jati diri. Pelarian saya adalah membaca buku bertema “prestasi di bawah kemampuan”. Saya merasa ada yang berbeda pada diri saya dari yang lain. Pola berpikir saya berbeda, baik di keluarga ataupun dengan teman sebaya. Dari buku-buku terjemahan itu ada indikasi saya memiliki gaya belajar Visual-spatial Learner (VsL).

Begitu penasarannya dengan tema VsL, saya cari berbagai sumber dan mempelajari kasus-kasusnya dalam jejari sosial. Tak disangka, saya menemukan Kasus Izzan. Izzan dan saya memiliki beberapa kesamaan, misalnya posisi keluarga, belajar matematika dari kemampuan pengamatan. Perbedaan yang menonjol dari kami adalah tingkat intelegensi dan usia kalender.

Saat pertama kali bertemu, dari sisi penampilan tidak ada bedanya seperti anak lainnya. Wajah Izzan lugu dan pemikiran yang polos. Namun secara intuitif saya yakin ada potensi  yang luar biasa dari Izzan. Setidaknya saya ingin percaya demikian.

Motivasi bertemu dengan Izzan selain untuk menyelesaikan skripsi, juga karena keinginan saya mengetahui bagaimana cara hidup individu VsL. Saat itu saya belum menemukan individu Vsl dewasa, jadi Izzan yang masih usia 8 tahun-an saya jadikan objek pengamatan.

Seiring dengan proses pengamatan, ingatan-ingatan masa kecil saya ikut muncul kepermukaan. Tanpa sadar laporan skripsi saya menjadi ajang curhat pribadi. Saya ingin menunjukan pada dunia cara berpikir kami tidak selamanya salah. cara berpikir kami berbeda karena lebih nyaman dengan cara itu.

Bagai harimau kehilangan taring, ketidak nyamanan seolah menghilangkan kemampuan kami.  psikosomatis sampai prilaku menyimpang norma bermunculan ketika kami tidak nyaman. ketidaknyamanan kami bisa menganggu sistem pendidikan. Ingin saya tunjukan bahwa membebaskan kami berpikir dengan cara sendiri akan membantu kami menciptakan karya Inovatif.

Lolosnya Izzan di ITB dan UI memberi semangat baru. Ingin rasanya saya membantu VsL lainnya untuk agar berprestasi optimal. terima kasih Izzan

 

 

 

Dimensi 3 bukan tempat kita tinggal?

Kebanyakan orang mengira, dunia yang kita tinggali ada dimensi 3. Akan tetapi tahukah Anda dimensi 3 bukan tempat tinggal kita. Lalu dimana kita tinggal?

Dimensi 3 dapat menerangkan keadaan benda dari berbagai arah kanan-kiri, atas-bawah, depan-belakang. ukuran benda dapat di ukur dari dimensi 3. Namun sebenarnya ukuran benda itu relatif. benda dapat berubah sesuai dengan perubahan waktu.

Diantara yang sudah menyadari ini, kebanyakan beranggapan dimensi waktu terpisah sama sekali dari dimensi yang tiga (x, y, z). Alasannya, kita tidak memiliki kebebasan pada dimensi t. Waktu t tidak bisa kita jelajahi sesuka hati seperti kita menjelajahi ruang x, y dan z. Kita terperangkap dalam waktu. Kita hanya dapat mengalir bersamanya pada satu arah, menuju masa depan. Berdasarkan akal sehat, hampir semua orang beranggapan bahwa waktu mengalir dengan kecepatan yang sama bagi semua orang di semua tempat. Satu jam bagi anda sama dengan satu jam bagi saya, bagi semua orang. Dan semuanya hanya menuju masa depan. Waktu tidak bisa mundur. Kita semua bareng-bareng diseret oleh waktu.

Waktu yang telah berlalu adalah kenangan, baik maupun buruk, dan waktu yang akan datang adalah angan-angan atau harapan.
Ruang-waktu dan 4 Dimensi, Bukan Imajinasi
Waktu akan tetap sebagai kenangan dan harapan seandainya tidak ada Einstein yang memberikan rumusan bahwa ruang dan waktu sebenarnya saling terkait, dan merupakan sistem kordinat yang menyatu. Ini sebenarnya konsep Hermann Minkowski. Kata Minkowski: “Sebenarnya, kalau hanya ada ruang saja, atau waktu saja, keduanya akan meluruh menjadi tak lebih dari sekedar bayang-bayang. Kalau keduanya menyatu, barulah ada kenyataan” (Henceforth, space by itself, and time by itself, are doomed to fade away into mere shadows, and only a kind of union of the two will preserve an independent reality). James Clerk Maxwell, Henry Poincare dan Hendrik Lorentz juga memberikan kontribusi pada rumusan Einstein.
Ruang-waktu dan 4 Dimensi, Bukan Imajinasi
Adalah Maxwell yang menuliskan persamaan gelombang elektromagnetik, dimana di dalamnya ada satu konstanta, yang kemudian disadari sebagai kecepatan rambat gelombang elektromagnetik di dalam vakum. Konstanta ini sekarang dinamai kecepatan cahaya c.

Einstein berpostulat bahwa c adalah konstanta (kecepatan) yang tak dapat dilampaui oleh apapun, baik bermasa (partikel) maupun tidak (photon, informasi). Bukan berarti kecepatan dengan bilangan lebih besar dari 300.000 km/detik dilarang, atau tak bermakna, atau tidak ada. Konsekuensi dari temuan Edwin Hubble, bahwa semakin jauh galaksi dari bumi semakin cepat geraknya menjauhi kita, mempunyai konsekuensi bahwa ada galaksi, karena jaraknya yang begitu jauh dari kita, maka kecepatannya dalam menjauhi kita melampaui kecepatan cahaya. Artinya, galaksi yang begini tidak mungkin kita lihat sampai kapanpun, karena sinyalnya tak akan pernah sampai ke bumi sampai kapanpun.
Ruang-waktu dan 4 Dimensi, Bukan Imajinasi
Sebelum Einstein mengemukakan teori relstivitas khusus mengenai kecepatan cahaya ini, Hendrik Lorentz mengemukakan teorinya mengenai panjang dan waktu yang berubah dengan kecepatan. Kalau anda melintas di depan saya dengan mobil kecepatan penuh, menurut pengukuran saya panjang mobil anda sedikit lebih pendek dari yang tertera dalam spesifikasinya. Selain itu jam anda juga berdetik lebih lambat dari jam saya. Ini yang disebut kontraksi ruang dan dilasi waktu. Ukuran panjang dan waktu (diukur oleh pihak yang diam) dipengaruhi oleh (tergantung kepada) kecepatan geraknya. Makin cepat gerakan anda, makin lambat waktu anda.
Ruang-waktu dan 4 Dimensi, Bukan Imajinasi
Jadi ruang dan waktu saling terkait. Makin cepat anda bergerak, makin lambat waktu anda. Kalau anda bergerak secepat c, waktu anda berhenti. Kalau anda bergerak lebih cepat dari c, waktu anda mundur, dan anda kembali ke masa lalu. Tapi yang ini kan katanya tidak boleh. Lagi pula, kalau anda bergerak dengan kecepatan yang cukup bermakna dibandingkan dengan c, maka transformasi Lorentz juga jadi bermakna, dan masa anda membesar. Kalau anda bergerak secepat c, masa anda menjadi tak berhingga. Kesimpulannya, kecepatan sama dengan c tidak mungkin dicapai oleh materi. Hanya photon yang bisa bergerak secepat c, itupun dalam vakum. Dalam medium seperti udara, air, atau kaca, kecepatan photon kurang dari c.

fenomena dilastasi waktu ini, mengarah pada pemahaman dimensi kita. kita tidak tinggal di dimensi 3. kita tinggal didimensi yang lebih tinggi. besar kemungkinan kita tinggal di dimensi 4.

referensi:

https://www.kaskus.co.id/thread/534659dffbca170f638b4614/ruang-waktu-dan-4-dimensi-bukan-imajinasi

Perjuangan Minggu Pertama Bulan Ramadhan

Bagaimanaminggu pertama ramadhan Anda? minggu pertama bagi kita mungkin hanya minggu adaptasi untuk pola tidur dan pola makan. Tahukah Anda, dua tahun Rasulullah hijrah Umat islam di uji dengan perang. Perang ini adalah ujian iman, karena secara logika perang ini tidak ada kesempatan untuk menag baik karena jumlah ataupun pengalaman perang. perang yang di ikuti Rasulullah ini adalah perang badar.

Pada hari Jumat 2 Ramadhan tahun ke-2 H terjadi perang pertama dalam Islam yang dikenal Perang Badar. Badar adalah nama tempat di sebuah lembah yang terletak di antara Madinah dan Makkah. Tentara Islam mengontrol lokasi strategis dengan menguasai sumber air yang ada di daerah tersebut.

Perang ini melibatkan tentara Islam sebanyak 313 anggota berhadapan dengan 1.000 tentara musyrikin Makkah yang lengkap bersenjata. Dalam perang ini, tentara Islam memenangkan pertempuran dengan 70 tentara musyrikin terbunuh, 70 lagi ditawan. Sisanya melarikan diri.

Perang ini adalah suatu yang luar biasa ketika tentara Islam yang kurang jumlah, lemah dari sudut kelengkapan dan berpuasa dalam bulan Ramadan memenangkan pertempuran Perang Badar. Ini membuktikan puasa bukan penyebab umat Islam bersikap lemah dan malas sebaliknya berusaha demi mencapai keridhaan Allah. Orang yang berjuang demi mencapai keridhaan Allah pasti mencapai kemenangan yang dijanjikan.

“Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya” (QS Al-Imran:123)

referensi:

http://www.yudhe.com/11-peristiwa-bersejarah-islam-di-bulan-ramadhan/

Apa Hukum Nadzar?

Ada yang masih ingat, Nadzar menitipkan anak yang akan dilahirkan untuk mengabdi di baitul maqdis dari Istri Imran? Atau Nazarnya Abdul Muthalib yang akan mengorbankan anaknya untuk ka’bah?

sebenarnya bagaimana hukum dari nadzar? apakah semua nadzar harus dipenuhi? bagaimana kalau tidak dilaksanakan?

DEFINISI NADZAR

Nadzar adalah mewajibkan suatu perkara atau perbuatan yang asalnya tidak wajib secara syariah. Seperti, bernazar melakukan shalat sunnah, berpuasa sunnah, bersedekah pada orang miskin apabila yang dikehendakinya tercapai. Niat utama adalah untuk semakin mendekatkan diri pada Allah (qurbah)

 

SYARAT PERKARA YANG DIJADIKAN NADZAR (AL MANDZUR BIHI)

1. Perkara ibadah. Seperti shalat sunnah, puasa sunnah, sadaqah. Perkara yang bukan bersifat ibadah seperti perkara maksiat atau perkara mubah (seperti makan dan minum) tidak sah nadzarnya.

2. Harta yang dijadikan nadzar harus menjadi hak milik pelaku nadzar saat bernadzar.

3. Bukan perkara fardhu atau wajib. Seperti shalat 5 waktu atau puasa Ramadan.

 

dari syarat di atas Nadzar yang bertentangan dengan perkara ibadah tidak masuk syarat. demikian juga menadzarkan amalan yang sudah wajib hukumnya.

MACAM-MACAM NADZAR

Dari segi isi kandungan nadzar, nadzar ada dua jenis, yaitu

(a) nadzar lajaj (نذر لجاج) yaitu bernazar dengan mencegah diri dari melakukan sesuatu. Seperti, “Saya besok tidak akan bepergian.”

(b) Nadzar mujazat yaitu nadzar (janji pada diri sendiri) untuk melakukan sesuatu. Nadzar majazat ini ada dua macam, sebagai berikut:

(1) Nadzar tabarrur, adalah nadzar yang dilakukan secara spontan tanpa dikaitkan dengan keberhasilan melakukan sesuatu. Seperti, seseorang berkata, “Saya akan shalat sunnah besok.”
(2) Nadzar yang dikaitkan dengan keberhasilan melakukan sesuatu. Seperti seseorang berkata, “Apabila anak saya sembuh, saya akan bersedekah pada fakir miskin.”

Sebagian ahli fiqh membagi nadzar menjadi dua macam yaitu:

(a) Nadzar mutlak adalah nadzar yang dilakukan tanpa mengaitkan dengan keberhasilan melakukan sesuatu atau disebut nadzar tabarrur.

(b) Nadzar muqoyyad (muallaq) adalah nazar yang dilakukan apabila sudah berhasil dalam perkara yang diinginkan.

Dari segi perbuatan yang dinadzarkan, ia terbagi menjadi lima macam:

(1) Nazar taat dan ibadah seperti bernadzar untuk bersedekah.
(2) Nazar mubah seperti bernadzar untuk tidur
(3) Nazar maksiat. Contoh, bernadzar untuk berzina dengan artis.
(4) Nadzar makruh. Contoh, bernadzar untuk merokok.
(5) Nazar syirik. Contoh, bernadzar untuk menyembah berhala.
HUKUM MENUNAIKAN/MELAKSANAKAN NADZAR

(1) Nazar taat dan ibadah, hukumnya wajib ditunaikan dan bila dilanggar harus membayar kaffarah (tebusan).

(2) Nazar mubah, yaitu bernazar untuk melakukan suatu perkara yang mubah/diperbolehkan dan bukan ibadah maka boleh memilih melaksanakannya atau membayar kafarah. Sebagian ulama bahkan membolehkan untuk tidak menunaikan nadzarnya dan tidak perlu membayar kafarah (tebusan)

(3) Nazar maksiat, nazarnya sah tapi tidak boleh dilaksanakan dan harus membayar kaffarah. Sebagian ulama berpendapat tidak perlu membayar kafarah (tebusan) berdasarkan hadits Nabi:

لا نذر في معصية الله ولا فيما لا يملك العبد

Artinya: tidak ada nadzar dalam maksiat pada Allah … (HR Muslim)

(4) Nazar makruh, yaitu bernazar untuk melakukan perkara yang makruh maka memilih antara melaksanakannya atau membayar kaffarah.

(5) Nazar syirik, yaitu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada selain Allah maka nazarnya tidak sah dan tidak ada kaffarah, akan tetapi harus bertaubat karena dia telah berbuat syirik akbar

HUKUM APABILA TIDAK MENUNAIKAN NADZAR

Apabila orang yang bernadzar tidak melakukan nadzarnya baik karena tidak mampu atau tidak mau, maka konsekuensinya melihat dulu jenis nadzarnya apakah termasuk nadzar ibadah, mubah, maksiat, makruh atau syirik. Intinya, harus membayar kafarah yamin (tebusan sumpah).

Urutan Kafarah Yamin (tebusan sumpah) bagi yang tidak melaksanakan nadzar adalah sebagai berikut (pilih salah satu, prioritas berdasar urutan):

a. Memberi makan kepada sepuluh orang miskin, atau
b. Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, atau
c. Memerdekakan satu orang budak
d. Jika tidak mampu ketiga hal di atas, barulah menunaikan pilihan berpuasa selama tiga hari.

referensi:

http://www.alkhoirot.net/2012/02/hukum-nadzar.html