Apa Hukum Nadzar?

Ada yang masih ingat, Nadzar menitipkan anak yang akan dilahirkan untuk mengabdi di baitul maqdis dari Istri Imran? Atau Nazarnya Abdul Muthalib yang akan mengorbankan anaknya untuk ka’bah?

sebenarnya bagaimana hukum dari nadzar? apakah semua nadzar harus dipenuhi? bagaimana kalau tidak dilaksanakan?

DEFINISI NADZAR

Nadzar adalah mewajibkan suatu perkara atau perbuatan yang asalnya tidak wajib secara syariah. Seperti, bernazar melakukan shalat sunnah, berpuasa sunnah, bersedekah pada orang miskin apabila yang dikehendakinya tercapai. Niat utama adalah untuk semakin mendekatkan diri pada Allah (qurbah)

 

SYARAT PERKARA YANG DIJADIKAN NADZAR (AL MANDZUR BIHI)

1. Perkara ibadah. Seperti shalat sunnah, puasa sunnah, sadaqah. Perkara yang bukan bersifat ibadah seperti perkara maksiat atau perkara mubah (seperti makan dan minum) tidak sah nadzarnya.

2. Harta yang dijadikan nadzar harus menjadi hak milik pelaku nadzar saat bernadzar.

3. Bukan perkara fardhu atau wajib. Seperti shalat 5 waktu atau puasa Ramadan.

 

dari syarat di atas Nadzar yang bertentangan dengan perkara ibadah tidak masuk syarat. demikian juga menadzarkan amalan yang sudah wajib hukumnya.

MACAM-MACAM NADZAR

Dari segi isi kandungan nadzar, nadzar ada dua jenis, yaitu

(a) nadzar lajaj (نذر لجاج) yaitu bernazar dengan mencegah diri dari melakukan sesuatu. Seperti, “Saya besok tidak akan bepergian.”

(b) Nadzar mujazat yaitu nadzar (janji pada diri sendiri) untuk melakukan sesuatu. Nadzar majazat ini ada dua macam, sebagai berikut:

(1) Nadzar tabarrur, adalah nadzar yang dilakukan secara spontan tanpa dikaitkan dengan keberhasilan melakukan sesuatu. Seperti, seseorang berkata, “Saya akan shalat sunnah besok.”
(2) Nadzar yang dikaitkan dengan keberhasilan melakukan sesuatu. Seperti seseorang berkata, “Apabila anak saya sembuh, saya akan bersedekah pada fakir miskin.”

Sebagian ahli fiqh membagi nadzar menjadi dua macam yaitu:

(a) Nadzar mutlak adalah nadzar yang dilakukan tanpa mengaitkan dengan keberhasilan melakukan sesuatu atau disebut nadzar tabarrur.

(b) Nadzar muqoyyad (muallaq) adalah nazar yang dilakukan apabila sudah berhasil dalam perkara yang diinginkan.

Dari segi perbuatan yang dinadzarkan, ia terbagi menjadi lima macam:

(1) Nazar taat dan ibadah seperti bernadzar untuk bersedekah.
(2) Nazar mubah seperti bernadzar untuk tidur
(3) Nazar maksiat. Contoh, bernadzar untuk berzina dengan artis.
(4) Nadzar makruh. Contoh, bernadzar untuk merokok.
(5) Nazar syirik. Contoh, bernadzar untuk menyembah berhala.
HUKUM MENUNAIKAN/MELAKSANAKAN NADZAR

(1) Nazar taat dan ibadah, hukumnya wajib ditunaikan dan bila dilanggar harus membayar kaffarah (tebusan).

(2) Nazar mubah, yaitu bernazar untuk melakukan suatu perkara yang mubah/diperbolehkan dan bukan ibadah maka boleh memilih melaksanakannya atau membayar kafarah. Sebagian ulama bahkan membolehkan untuk tidak menunaikan nadzarnya dan tidak perlu membayar kafarah (tebusan)

(3) Nazar maksiat, nazarnya sah tapi tidak boleh dilaksanakan dan harus membayar kaffarah. Sebagian ulama berpendapat tidak perlu membayar kafarah (tebusan) berdasarkan hadits Nabi:

لا نذر في معصية الله ولا فيما لا يملك العبد

Artinya: tidak ada nadzar dalam maksiat pada Allah … (HR Muslim)

(4) Nazar makruh, yaitu bernazar untuk melakukan perkara yang makruh maka memilih antara melaksanakannya atau membayar kaffarah.

(5) Nazar syirik, yaitu yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada selain Allah maka nazarnya tidak sah dan tidak ada kaffarah, akan tetapi harus bertaubat karena dia telah berbuat syirik akbar

HUKUM APABILA TIDAK MENUNAIKAN NADZAR

Apabila orang yang bernadzar tidak melakukan nadzarnya baik karena tidak mampu atau tidak mau, maka konsekuensinya melihat dulu jenis nadzarnya apakah termasuk nadzar ibadah, mubah, maksiat, makruh atau syirik. Intinya, harus membayar kafarah yamin (tebusan sumpah).

Urutan Kafarah Yamin (tebusan sumpah) bagi yang tidak melaksanakan nadzar adalah sebagai berikut (pilih salah satu, prioritas berdasar urutan):

a. Memberi makan kepada sepuluh orang miskin, atau
b. Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin, atau
c. Memerdekakan satu orang budak
d. Jika tidak mampu ketiga hal di atas, barulah menunaikan pilihan berpuasa selama tiga hari.

referensi:

http://www.alkhoirot.net/2012/02/hukum-nadzar.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s