Maryam, Ibunda Al-Masih

Bagi kebanyakan orang yahudi (yang lahir pada masa kenabian zakaria) kelahiran anak perempuan adalah aib keluarga. anak peremuan dianggap sebagai pembawa kesialan. Ini yang menyebabkan kelahiran Maryam Bin Imran dianggap menurunkan derajat keluarga imran.

(Ingatlah), ketika isteri ‘Imran berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis). Karena itu terimalah (nazar) itu dari padaku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (3:35)

Ketika tahu anak yang dilahirkan itu adalah perempuan, istri Imran menamai anaknya Maryam, dan istri Imran meminta kepada Allah agar anaknya itu dipelihara oleh Allah dan melindunginya dari syetan.

Maka tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: “Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.” (3:36)

Nama Maryam bagi kaum yahudi semakna dengan seorang ahli ibadah yang saleh. orang-orang saleh itu umumnya adalah penjaga kuil (Sulaiman / Baitul Maqdis). ini adalah pekerjaan laki-laki. sejak kuil sulaiman di bagun, belum ada seorang wanita pun yang berkhidmat di sana. Nazar istri imran (Hanna) tidak bisa diterima ahli kitab yahudi. ini adalah penghinaan!

Keluarga Imran semakin terpuruk. Al Masih (Nabi sang penyelamat yahudi) yang dijanjikan akan terlahir dari keluarga Imran, belum terwujud. Istri Imran melahirkan bayi perempuan. Nazar istri Imran pun menjadi perdebatan di lingkungan kuil.

seharusnya nazar itu batal! beberapa kerabat menghasut Hanna agar tidak membatalkan Nazarnya. Namun, Hanna bertekad untuk melaksanakan nazarnya.

Atas petunjuk Allah melalui Nabi Zakaria, Allah menerima nazar istri Imran lalu memerintahkan Zakaria sebagai pengasuh dan pemelihara Maryam. Menurut para ahli tafsir Nabi Zakaria itu adalah paman Maryam.

Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakariya pemeliharanya. (3:37)

Maryam tumbuh menjadi wanita yang kerjanya setiap hari hanya beribadah dengan berkhidmat kepada Allah di Rumah-Nya di Baitul Maqdis.

Maryam adalah wanita yang paling istimewa. bukan hanya karena kedalaman ilmu agamanya dan karomah yang dibawanya, melainkan karena Maryam adalah wanita yang melahirkan Nabi Isa. penciptaan satu-satunya manusia hanya dari wanita.

Bersambung . . .

Referensi

http://www.intipsejarah.com/2014/08/sejarah-hidup-siti-maryam-alaihi-salam.html

http://ruhdiyatayyubiahmad.blogspot.co.id/2012/08/surah-ya-sinjantung-al-quran-bab-49.html

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s