Mengapa Nilai Pi 22/7 atau 3,14

pi merupakan bilangan sulit dibuat dalam pecahan, baik bentuk pecahan biasa ataupun desimal. Bahkan, super komputer (yang berhasil diciptakan manusia) untuk menghitung berapa nilai pi belum mampu menemukan pola desimal bilangan pi.

ce59d82fa2b2d286a24917c00266b786.jpg

Namun, orang-orang awam telah terbiasa menggunakan nilai pi sebagai 22/7 atau 3,14. dari mana asal penggunaaan nilai pi tersebut?

Algoritme paling awal yang tercatat secara cermat menghitung nilai π adalah pendekatan geometri menggunakan poligon. Algoritme ini ditemukan sekitar 250 SM oleh matematikawan Yunani Archimedes. Algoritme poligon ini mendominasi selama 1.000 tahun, dan karenanya π kadang-kadang dirujuk juga sebagai “konstanta Archimedes”. Archimedes menghitung batas atas dan bawah π dengan menggambar poligon di luar dan di dalam sebuah lingkaran, dan secara perlahan melipatgandakan sisi-sisi poligon tersebut hingga mencapai 96-gon. Dengan menghitung keliling poligon-poligon tersebut, Archimedes membuktikan bahwa 223/71 < π < 22/7 (3,1408 < π < 3,1429). Batas atas Archimedes sekitar 22/7 membuat banyak orang percaya bahwa π sama dengan 22/7.

Archimedes memperkirakan nilai pi sekitar tahun 200 SM dalam bentuk pecahan, mengingat orang Yunani pada saat itu belum menggunakan desimal. Archimedes memperkirakan pi sebagai pecahan 3 1/7, yang dalam desimal bernilai sekitar 3,14. Matematikawan dan ilmuwan lantas menggunakan nilai pi menurut perhitungan Archimedes selama berabad-abad. Beberapa ilmuwan yang menggunakan perhitungan archimedes lebih lanjutnya adalah

  • Tahun 263, Matematikawan China Liu Hui menghitung bahwaπ = 3,141014.
  • Abad ke-15, Ghyath ad-din Jamshid Kashani dari persia telah menghitung nilaiπ yang akurat sampai 16 digit.
  • Tahun 1600, matematikawan Jerman Ludolph van Ceulen menghitungπ dengan akurasi sampai 32 digit. ia sangat bangga atas hal ini sampai di pahatkan di batu nisannya.
  • Tahun 1873, seorang matematikawan amtie William Shanks menyelesaikan 20 tahun menghitungπ dengan akurasi 707 digit.
  • Tahun 1910, matematikawan India Srinivasa Ramanujan, merumuskan deretπ yang digunakan matematikawan saat ini untuk menghitung nilai π.

Banyak rumus dalam matematika, sains, dan teknik yang menggunakan π, yang menjadikannya salah satu dari konstanta matematika yang penting. π adalah bilangan irrasional, yang berarti nilai π tidak dapat dinyatakan dalam pembagian bilangan bulat (biasanya pecahan 22/7 digunakan sebagai nilai pendekatan π; namun sebenarnya tiada satupun pecahan yang dapat mewakili nilai eksak π.) Oleh karena itu pula, representasi desimal π tidak akan pernah berakhir dan tidak akan pernah memiliki pola angka tertentu yang permanen.

referensi:

http://dheasilvira.blogspot.co.id/2015/12/penemu-nilai.html

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s