Trombosit Turun Tidak selamanya DBD

Dua minggu kemarin saya terkena typus dan DBD. Diagnosa pertama hasil pemeriksaan dokter adalah Typus. Indikasinya adalah demam yang cukup tinggi. Empat Hari setelah pengobatan, Demam hilang. Namun ada yang aneh dengan kondisi tubuh. napas belum stabil, agak sesak ketika berjalan atau hanya berdiri. ini kondisi yang aneh, karena pengalaman Typus sebelumnya gejala sakit hilang dalam tiga hari.

karena penasaran kondisi tubuh yang belum fit, diambilah sampel darah. Alhasil, trombosit kritis kurang dari 100 ribu/ul, tepatnya hanya tersisa 34 ribu/ul. Diagnosa typus hilang tetapi DBD muncul. dua penyakit ini memang gejalanya mirip-mirip. agak sulit dibedakan, karena sama-sama menimbulkan demam dan mengurangi kadar trombosit darah.

Dilihat dari gejalanya

  • Penyakit demam berdarah yaitu : pada penderita demam berdarah ini gejala-gejala yang bisa ditemui antara lain :
  1. Panas tinggi, umumnya > 38 derajat celcius
  2. Badan pegal-pegal atau nyeri otot,sakit kepala, menggigil, buang air atau muntah
  3. Muncul bintik-bintik merah. Gejala ini mungkin tidak muncul jika demam yang dialami baru sebentar.  Cara melihat bintik merah ini dengan tes tourniquet yaitu dengan menjepit pembuluh darah mirip seperti saat anda hendak memeriksa tekanan darah, setelah tahap ini biasanya bintik merah akan terlihat
  4. Setelah hari ketiga biasanya demam akan turun dan penderita mungkin merasa sudah sembuh tetapi setelah itu demam dapat menyerang kembali. Pada masa ini sebaiknya berhati-hati karena fase ini justru fase kritis
  • Penyakit typus yaitu : Pada penderita typus gejalanya adalah sebagai berikut
  1. Awalnya demam yang dialami tidak terlalu tinggi dan suhu terus meningkat sampai > 38 derajat celcius
  2. kususnya pada malam hari suhu akan meningkat dan akan turun pada pagi hari
  3. nyeri perut dan diare
  4. batuk dan sakit tenggorokan

kedua gejala di atas, hampir semua muncul kecuali sakit tenggorokan dan batuk, tidak sempat muncul diganti dengan sesak napas.

dilihat dari literatur lain gejala DBD sebagai berikut

Gejala Demam Berdarah

Infeksi virus Dengue menyerang sistem peredaran darah, yakni menyebabkan trombosit (keping darah) dan sel darah putih turun dan komponen cairan dalam darah keluar ke jaringan sekitar. Seorang penderita infeksi virus Dengue rentan mengalami perdarahan jika tidak segera ditangani dengan tepat.

Gejala infeksi virus Dengue adalah sebagai berikut:

  • Demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot-otot tubuh dan sendi
  • Mual, muntah
  • Hilang nafsu makan
  • Nyeri ulu hati
  • Gusi berdarah
  • Mimisan
  • Bintik merah pada kulit
  • Muntah darah
  • Menstruasi yang berlebihan pada wanita
  • Lemas, tangan-kaki dingin
  • Bibir berwarna kebiruan
  • Sesak nafas akibat adanya cairan pada selaput paru-paru

Gejala akibat komplikasi

  • Penurunan kesadaran
  • Sakit kepala hebat
  • Kejang
  • Gagal hati
  • Mual
  • Kulit tampak kuning
  • Perut membuncit

Koagulasi intravaskular diseminasi (kelaianan pembekuan darah): terjadi perdarahan yang sangat banyak

Demam pada infeksi virus Dengue memiliki pola yang khas. Demam tinggi pada hari ke-1 hingga hari ke-3, kemudian turun pada hari ke-4 dan ke-5, namun kembali naik pada hari ke-6 hingga infeksi virus selesai. Namun saat panas mulai turun sebenarnya adalah saat kritis bagi penderita. Pada waktu itulah biasanya terjadi komplikasi perdarahan ataupun pengeluaran komponen cairan darah ke jaringan.

Pada tiga hari pertama, bila penderita diberi obat penurun panas maka demam akan turun untuk sesaat, tetapi kemudian akan naik kembali. Oleh karena itu, bila terdapat demam 3 hari tanpa perbaikan meski sudah diberi obat, sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan darah.

Karakteristik sakit kepala juga cukup khas yaitu sakit di daerah belakang bola mata. Beberapa penderita mengeluhkan sensasi pegal pada bola mata. Gejala mual, muntah, dan nyeri ulu hati pada infeksi virus Dengue biasanya ringan. Ini salah satu yang membedakan infeksi virus Dengue dengan demam tifus di mana pada tifus keluhan mual, muntah, dan nyeri uluh hati lebih berat.

Empat hari setelah pemeriksaan darah kondisi tubuh membaik dan trombosit mulai naik sedikit (masih kurang dari 100 ribu/ul), tetapi dokter masih belum mengijinkan pulang. dokter memberi saran mengenapkan sampai delapan hari. timbul pertanyaan mengapa harus hari kedelapan keputusan untuk pulang? apakah masih ada gejala lain?

karena penasaran dengan gejala penurunan trombosit ini, saya mencari data kasus di internet. hasilnya memang ada gejala lain yang dapat menyebabkan trombosit turun.

Dalam keadaan normal, trombosit dalam darah mencapai 150 ribu-450

ribu/mm3. Dalam keadaan tidak normal, trombosit yang berperan dalam

pembekuan darah ini bisa turun. Keadaan ini disebut dengan trombositopenia,

yakni trombosit berada dalam keadaan rendah. Demam berdarah hanyalah salah

satu penyakit yang ditandai oleh turunnya kadar trombosit.

Menurut Prof dr Zubairi Djoerban SpPD KHOM, ahli hematologi dari Fakultas

Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI)/RS Cipto Mangunkusumo (RSCM),

trombosit rendah bisa disebabkan oleh bermacam hal. Tapi secara garis besar,

penurunan kadar trombosit disebabkan oleh dua hal yaitu kerusakan trombosit

di peredaran darah, atau kurangnya produksi trombosit di sumsum tulang.

Kerusakan trombosit.

Menurut kepala divisi Hematologi-Onkologi Medik Bagian Penyakit

Dalam FKUI/RSCM ini, penyebab kerusakan trombosit dalam DB adalah infeksi.

Selain demam berdarah, infeksi yang juga mengurangi trombosit adalah tifus.

Kerusakan trombosit juga bisa terjadi pada penyakit ITP. Ini merupakan

penyakit auto-imun di mana zat anti yang dibentuk tubuh malah menyerang

trombosit.

penderita DBD umumnya membaik setelah hari kedelapan, tetapi jika masih belum meningkat trombositnya mungkin ini bukan gejala DBD. ini yang dicemaskan dokter.

hari kedelapan setelah tes darah kecemasan dokter hilang. dokter membolehkan istirahat di rumah karena trombosit telah naik hampir di 100 ribu/ul, tepatnya 97 ribu/ul. masih rendah tetapi sudah diperbolehkan istirahat tanpa infus.

referensi

https://ebookfkunsyiah.wordpress.com/2008/09/12/trombosit-turun-tak-selalu-demam-berdarah/

http://susupowermix.com/inilah-penyebab-trombosit-turun-pada-demam-berdarah/

http://shodiqberbagibersama.blogspot.co.id/2013/02/perbedaan-demam-berdarah-dan-tifus.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s