Hidup dengan Setengah Otak

Empat minggu pascaoperasi, Cameron (9 tahun), berjalan keluar rumah sakit. Saat ditanya, rasanya setelah operasi pengambilan setengah otaknya, Cameron mengatakan tidak ada perbedaan.

“Saya tidak merasakan perbedaan setelah dioperasi. Saya tidak sakit lagi, dan saya ingin menjadi seorang balerina ketika besar nanti,” kata Cameron.

www.AstroDigi.com

Bocah bernama Cameron Mott mendapat julukan bocah ajaib. ia menjalani bedah otak radikal dan berhasil sembuh.

www.AstroDigi.com

Cameron mengidap sidrom penyakit Rassmussen yang mengakibatkan setengah otaknya dikeluarkan dari tempurungnya..

www.AstroDigi.com

Cameron menderita penyakit sindrom Rassmussen, penyakit gangguan otak yang diderita sejak dia berusia tiga tahun. “Menurut dokter ahli otak, penyakit Cameron ini menyerang sisi kanan otaknya,” kata ibunya.

www.AstroDigi.com

Setiap kali bangun pagi, penyakit ini kambuh. Cameron akan mengalami kejang-kejang, ayan, dan itu terjadi hingga beberapa menit.

Dokter ahli mengatakan bahwa penyakit Cameron bisa disembuhkan apabila setengah dari otaknya di sisi kanan dibuang. Namun, ini adalah solusi ekstrem.

“Benar-benar berita yang sangat menakutkan. Anda tidak akan bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada anak Anda setelah setengah otaknya dibuang? Saya benar-benar pasrah, apabila operasi tersebut merupakan jalan keluarnya,” kata Shelly Mott kepada Ann Curry dari NBC’s Today Show.

Awalnya, pasangan yang tinggal di Jamestown, North Carolina, ini masih tidak percaya, Cameron, anaknya, berhasil menjalani operasi otak.

“Saya tidak menyangka. Cameron masih terlihat seperti anak yang belum dioperasi. Awalnya, dengan hilangnya sisi otak kanan, Cameron akan menderita lumpuh badan bagian kiri. Namun, itu tidak terjadi,” katanya.

Sungguh ajaib setelah kehilangan otak kanannya, otak kiri mengambil alih fungsi otaknya. Setelah  Cameron menyelesaikan program fisioterapinya agar perlahan-lahan bisa kembali menjadi anak yang normal.

Kini setelah dua bulan menjalani fisioterapi, Cameron sudah bisa berlari dan bermain meskipun masih sedikit pincang.

Cameron juga sudah mulai aktif kembali di sekolah, hanya penglihatan gadis ini sedikit hilang pada sisi tepi.

“Ini merupakan sebuah risiko besar. Anda tahu bahwa mengambil sisi kanan otak— yang mengontrol sisi kiri tubuh—berarti dia akan lumpuh ketika terbangun setelah operasi,” kata dokter.

Namun, pada kasus yang berbeda, otak anak-anak juga mampu beradaptasi dan mengambil alih pekerjaan otak lain, saat sebagian dari otak tersebut hilang.
Referensi

http://www.astrodigi.com/2010/04/cameron-mott-yang-mampu-hidup-normal.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s