Menyikapi Skor Tes IQ

Memasukan Buah hati ke sekolah favorit merupakan dambaan orangtua. Namun, tidak semua Anak dapat masuk sekolah favorit. Ada seleksi yang sangat ketat sebelum dapat mendaftar ke sekolah dambaan. Salah satu syarat masuk yang cukup berat adalah skor tes IQ.

Masalah tes IQ seolah-olah teramat sangat penting bagi orangtua. Beberapa orangtua terkadang kecewa karena alasan tidak diterima ke sekolah favorit adalah tes IQ. Terkadang orangtua mencari bantuan lembaga pendidikan untuk menyiapkan anaknya agar lolos tes IQ. Orangtua mengira mungkin skor tes IQ dapat berubah dalam waktu singkat dengan sejumlah pelatihan.

Pernahkah kita bertanya sebenarnya untuk apa tes IQ dijadikan rujukan penerimaan siswa baru? mari kita bahas tenatan tes IQ.

Skor dari tes IQ dihitung dengan membandingkan umur mental (mental age) dengan umur kronologik (chronological age). Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes inteligensi (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumurnya pada saat itu (umur kronologis), maka akan diperoleh skor 1. Skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ.

Tes IQ ini mengukur inteligensi yang meliputi keseluruhan kapasitas yang dimiliki seseorang untuk bertindak secara terarah, berpikir secara rasional, dan beradaptasi secara efektif terhadap lingkungan. Kemampuan-kemampuan yang dinilai oleh tes IQ antara lain, daya tangkap, daya ingat, minat terhadap lingkungan atau pengetahuan umum, kemampuan berbahasa, kemampuan analisis dan sintesis dalam tataran konseptual maupun praktis, kemampuan memecahkan masalah secara konseptual maupun praktis, fleksibilitas berpikir, kemampuan konsentrasi, serta kemampuan dasar numerik atau hitung menghitung.

Di dunia pendidikan, Tes IQ digunakan untuk mengevaluasi kesiapan anak memasuki bangku sekolah atau kuliah. Ada pula yang memanfaatkan tes IQ untuk penempatan kelas,  misalnya, penempatan kelas khusus atau kelas reguler. Juga ada yang memanfaatkannya sebagai dasar dari pembuatan program khusus. Contoh, anak berkebutuhan khusus tentu memerlukan program belajar khusus.

Sekolah dapat memanfaatkan hasil tes IQ dengan melihat pada kekuatan dan kelemahan siswa. Jika melalui tes IQ ternyata diketahui ada kelemahan dalam kemampuan bahasa, maka bisa dirancang program yang dapat mengembangkan kemampuan bahasa untuk membantu proses belajar siswa.

Misalkan suatu tes IQ menghasilkan skor berkisar 70 – 169 dengan pengelompokan sebagai berikut :

  • 140 – 169 : Very superior (sangat pandai)
  • 120 – 139 : Superior (pandai)
  • 110 – 119 : High Average (diatas rata-rata)
  • 90 – 109 : Average (rata-rata)
  • 80 – 89 : Low average (dibawah rata-rata)
  • 70 – 79 : Barderline (lambat belajar)

Andaikata sekolah menetapkan skor minimal untuk penerimaan siswa adalah IQ di atas 120, berarti program sekolah itu diperuntukan untuk anak-anak yang superior. ini berarti siswa yang diterima di sekolah adalah anak-anak yang memiliki perkembangan mental di atas usia seharusnya. Anda tidak perlu kecewa jika di kisaran IQ 90 – 119 menyebabkan Ananda tidak diterima. ini artinya Anak Anda memiliki perkembangan mental sesuai umurnya. Anak Anad dapat mengikuti pembelajaran sekolah tanpa layanan bantuan khusus.

perlu diingat skor IQ itu tidak berhubungan dengan prestasi di sekolah. pemberian layanan khusus pada anak yang memiliki perkembangan mental yang tidak sesuia dengan dengan umurnya merupakan bantuan agar potensi anak berkembang sebagai mana mertinya. pemberian layanan yang tidak sesuia sangat memungkinkan menyebabkan anak mengalamai prestasi di bawah kemampuannya atau cenderng tidak berprestasi.

Referensi

http://ertiana-fpsi11.web.unair.ac.id/artikel_detail-45740-Inteligensi-Menyikapi%20Tes%20IQ%20.html

http://biropsikologi.info/fungsi-dan-manfaat-test-iq-pada-anak.html

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s