Pendampingan Belajar bersama Penyandang Autisme

Jika Anda aktif dalam suatu komunitas yang peduli perkembangan Anak Berkebutuhan Khusus, pasti tahu hari apa sekarang. Beberapa orangtua dan aktivis bahkan menyuarakannya di jejari sosial masing-masing.

Hari ini tanggal 2 April. PBB atas usulan Qatar menetapkan tanggal 2 April sebagai Hari Peduli Autisme Sedunia. Wakil delegasi PBB dari Qatar, Nassir Abdelaziz Al Nassir dikenal di negaranya sebagai aktivis pembela hak asasi individu penyandang cacat telah berhasil mengangkat masalah autisme sebagai salah satu agenda tahunan PBB dan mendapatkan dukungan suara bulat dari 50 negara anggota PBB.

Apa yang dilakukan di hari peduli Autisme sedunia? umumnya para aktivis menyuarakan tentang segala sesuatu tentang Autisme, ada yang menjelaskan tentang ciri dan karakter penyandang Autis, persamaan hak pendidikan penyandang Autis atau pun curhatan orang tua dan guru tentang suka duka mendampingi perkembangan penyandang Autis. Berhubung hak mendiagnosa Autisme ada di Psikolog, dalam tulisan ini hanya akan dijelaskan strategi mendampingi anak Autis.

Autisme merupakan bagian dari kelainan yang disebut dengan Autism Spectrum Disorders (ASD) yang ruang lingkup-nya berada pada perkembangan pervatif. Perkembangan pervatif inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan pada otak tidak berfungsi normal layaknya perkembangan pada usia yang sesuai. Para Ahli menyatakan gejala autisme akan belangsung seumur hidup (tidak dapat disembuhkan).

Mendidik penyandang Autis merupakan perjuangan keras yang dilakukan guru atau orang tua, terlebih jika belum mempunyai pengalaman dan pengetahuan khusus tentang autis. Dari karakteristik penyandang Autis ada 5 strategi yang bisa digunakan, yaitu:

1. Rutinitas Maksimal (tidak berubah-ubah)

Penyandang autis lebih suka dengan rutinitas yang sama dengan kebiasaan berulang-ulang dibandingkan kegiatan yang bervariasi. Hal ini disebabkan daya tangkap dan daya ingat yang tidak wajar pada anak autis, sehingga kebiasaan yang berulang-ulang merupakan metode tepat untuk mendidik dan menghadapi mereka.

2. Tidak Membuat Modifikasi Jadwal (Perubahan Jadwal)
Penyandang autis umumnya mudah meledak emosinya jika rutinitas merka “diganggu”. misalkan jika biasa sarapan pada pukul 07.00 untuk sarapan pagi dan jadwal bermain pukul 09.00 pagi, maka jangan pernah merubah jadwal tersebut. Jika hal itu dilakukan akan membuat daya ingat anak tidak meningkat sehingga pola pengajaran tidak tercapai pada tujuannya.

3. Pilihlah Gaya Belajar yang Tepat
sama seperti anak pada umumnya penyandang Autis memiliki gaya belajar masing-masing. beberapa kemungkinan cepat dalam menangkap informasi melalui pendengaran dan lainnya melalui media visual atau gambar sebagai penghantar pembelajaran.

Sebagai guru dan orang tua hendaknya cerdas dalam menentukan metode dan gaya belajar yang tepat sesuai dengan karakter anak-anak mereka, hal ini karena anak autis lebih cenderung kehilangan minat apabila mereka tidak mengertia apa yang harus dipahami dan dikerjakan walaupun hanya sekedar memakai baju dan celana.

4. Gunakan Bahasa sederhana, singkat, tepat dan Mudah
Tidak bisa disamakan antara anak yang normal dengan anak autis, anak autis memahami makna ucapan hanya dengan rentetan kalimat terbatas (satu atau dua kaliamat perintah). Maka dari itu gunakan gaya bahasa anda yang tepat, singkat dan mudah dipahami. Jangan terlalu menggunakan ucapan dengan kalimat panjang yang hanya akan membuat bingung anakan autis saat mereka berusaha memahaminya.

5. Tampilkan Objek yang Menarik Perhatian
Anak autis cenderung mempunyai mainan khusus yang mereka sukai, maka dari itulah anda harus cerdas untuk menggunakan media mainan tersebut sebagai objek pembelajaran. Jika mainan anak autis yang dia sukai berupa robot, mungkin anda dapat bercerita tentang kisah-kisah yang terkait dengan hal itu.

sebelum kelima strategi dilaksanakan, pastikan Anda mengenak karakteristik penyandang Autisme dengan baik. walaupun karakteristik mereka berbeda, yakinlah mereka pasti dapat belajar dengan cara yang mereka sukai.

referensi

http://www.terwujud.com/2014/05/cara-mengajar-dan-menghadapi-anak-autis.html

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s