Kisah Pengasuhan Nabi Isa al Masih

Semua umat manusia memiliki pemimpin (orang saleh yang diteladani). contoh Nabi Ayub merupakan teladan kesabaran bagi hamba-hamba yang di beri cobaan penyakit; Nabi Sulaiman sebagai contoh teladan raja yang bijak dan dicintai rakyatnya dan lain sebagainya. lantas siapa pemimpin untuk Gifted?

Salah satu ciri anak Gifted adalah perkembangan kognitif di atas umurnya. Karena perkembangan yang berbeda anak-anak Gifted ini membentuk pola perilaku yang berbeda. Unggul dalam beberapa bidang di usia yang sangat muda, bahkan dapat “munggurui” orang yang lebih dewasa. berdasarkan pengalaman membaca kisah-kisah para Nabi, penulis melihat karakter Gifted itu ada pada kisah kelahiran Nabi Isa.

Di kisahkan ketika Nabi Isa lahir seluruh alam terguncang,  behala-berhala bergetar, setan-setan kebingungan, Iblis mengetahui bahwa Nabi Allah telah lahir. Umat manusia pun kebingungan. Secara garis besar umat manusia terbagi menjadi dua golongan, ada yang menyambut kelahiranNya sebagai bukti kebesaran Allah. Namun ada pula yang mengingkari dan mengolok-ngolok kelahirannya.

Sebagai bukti kebesaran Allah, Nabi Isa sempat berbicara ketika dalam buaian Ibunya. Nabi Isa menjelaskan status kelahirannya pada manusia.  Setelah menjelaskan tentang kelahiran dirinya, kemampuan Nabi Isa kembali seperti semula dan dapat bicara kembali sesuai di usia sewajarnya. Walaupun perkembangan ilmu pengetahuan saat itu sudah cukup maju, ini tidak lazim bagi manusia.

Karena kelebihannya Nabi Isa, golongan yang membangkan merasa iri dan terancam. Nabi Isa dan Ibunya harus pindah tempat tinggal untuk menghindari musuh. Masa kecil Nabi Isa tidak menetap di tempat kelahirannya. Nabi Isa keluar dari negeri Syam dan tinggal di Mesir.

Di tanah Mesir, Ibunya membesarkan Nabi Isa sampai usia dua belas tahun-an. Selama di Mesir, Nabi Isa menunjukan perilaku yang tidak biasa. Nabi Isa sering terlibat menyelesaikan masalah orang dewasa. suatu ketika, di tempat Nabi Isa dibesarkan terjadi pencurian. Tidak ada yang tahu siapa pencurinya, namun semua bukti memojokan Ibu Nabi Isa. Nabi Isa kecil turun menyelesaikan persengketaan. layaknya seorang dektektif, Nabi Isa mendekati satu persatu penghuni rumah. pencuri pun ditemukan. Dengan argumen logis, Nabi Isa membuat pencuri mengaku dan mengembalikan barang curiannya. Kemampuan kognitif Nabi Isa menuai kekaguman orang di sekitarnya.

Dalam belajar pun Nabi Isa membuat kagum gurunya. Di usia tujuh tahun Nabi Isa belajar ke ulama ahli kitab. Namun, setiap kali gurunya mengajarkan, Nabi Isa sudah mengetahuinya. Suatu hari gurunya menjelaskan tentang Abu Jad, Nabi Isa  apa kepanjangan dari Abu Jad? Gurunya tidak tahu, kemudian gurunya menyerah dan  bertanya balik dengan petanyaan yang sama. maka turunlah gurunya dari kursi dan mendengarkan penjelasan Nabi Isa. Nabi Isa menjadi orang pertama yang menafsirkan kata Abu Jad.

Namun tidak semua orang mengagumi kelebihan Nabi Isa. Tetangga tidak membiarkan Nabi Isa bermain dengan anak-anaknya. Salah satu karomah yang kemulian Nabi Isa adalah mengetahui sesuatu yang tidak tampak. Dengan karomah itu Nabi Isa sering memberi tahu anak-anaknya tentang letak makanan yang disembunyikan orangtuannya.

Kisah Nabi Isa di atas adalah rangkuman dari Buku Kisah Para Nabi karangan Ibdu Katsir dengan penerjemah H. Dudi Rosyadi. Penulis belum membandingkan kisah di atas dengan karya lain yang sejenis, tetapi menurut penulis pribadi kisah tersebut cukup mengambarkan tingginya tingkat kognisi Nabi Isa di usia kurang dari tujuh tahun. semoga ada hikmah dalam tulisan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s