Apa Reaksi Marah-mu

Marah. Tiap orang pasti pernah mengalaminya. Namun wujud dari kemarahan tiap orang berbeda-beda. Beda karakter akan berbeda pula reaksi kemarahannya.

Marah merupakan salah satu wujud emosi yang ada dalam diri seseorang. Secara teoritis,  Kemarahan adalah reaksi emosional akut yang ditimbulkan oleh sejumlah situasi  yang merangsang, termasuk ancaman, agresi lahiriah, pengekangan diri, serangan, kekecewaan, atau frustasi (Chaplin, 2002). Sedangkan menurut Boeree (2008), Emosi marah (Anger Family) adalah marah, gusar, frustasi, benci, sengit, iri, cemburu, muak, jijik, Menghindar, dongkol. Secara sederhana emosi marah dapat dipahami sebagai reaksi emosi terhadap hal-hal yang tidak menyenangkan, reaksi emosi tersebut dapat berupa rasa benci, iri, cemburu, muak, jijik, dongkol, bahkan sikap menghindar dapat dikatakan sebagai bentuk dari reaksi emosi marah.

Dari wujud dan pencetus kemarahan dalam pengertian kemarahan di atas, reaksi kemarahan seseorang setidaknya terbagi menjadi empat macan, yaitu

1. Eksplosif

Hal ini biasanya ditandai dengan rasa marah yang disertai teriakan keras, melempar barang atau membanting pintu. Dapat dialami anak kecil maupun dewasa. Luapan emosi yang eskplosif terjadi akibat adrenalin yang menyala, dan terkadang Anda ‘menikmati’ kondisi tersebut.

2. Menyakiti dan menyalahkan diri sendiri

Banyak pria dan wanita yang menyalahkan atau bahkan menyakiti diri sendiri sebagai luapan kemarahannya. dalam pikiran mereka muncul pernyataan “Ini salahku, karenanya semua berantakan”. Pemikiran tersebut bisa memicu seseorang menyakiti diri sendiri. Hal itu bisa terjadi, karena kepercayaan diri Anda menurun, dan menyalahkan diri sendiri.

3. Penyangkalan

Apakah Anda sering berkata “Saya baik-baik saja” atau “Tidak masalah”, padahal emosi sedang tinggi. Tidak hanya itu, Anda malah memasang senyum dan berusaha keras untuk menutupi amarah. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang selalu ingin terlihat baik di sekelilingnya atau ia tidak terbiasa memperlihatkan perasaannya di depan orang lain. Hal ini tentu tidak baik, karena setiap orang harus menyalurkan emosinya dan itu adalah hal alami.

4. Sarkasme

Saat dalam keadaan marah Anda bisa mengeluarkan kata-kata yang tajam, umpatan dan langsung memasang wajah judes. Hal itu menandakan reaksi negatif Anda sangat dominan, bukan hanya saat marah tetapi juga memandang segala hal. Jika didiamkan, Anda bisa kehilangan teman atau bahkan pasangan, karena ucapan yang bernada sarkasme, dan menyakiti orang lain.

Menurut penulis seseorang mungkin dapat berganti-ganti gaya marah, misalnya dari penyangkalan, sarkasme, eksplosif dan menyalahkan diri sendiri. jika tidak mampu diatasi akan menimbulkan masalah besar.

Saran  penulis untuk emosi kemarahan ini adalah

a. “Anda harus tahu kapan Anda marah? Apa penyebabnya?”

b. Orang di sekitar Anda pun harus tahu “Anda sedang marah”, sampaikan Apa penyebab kemarahan Anda?

c. Ubah posisi tubuh (rendahkan) atau buat mimik wajah tertawa untuk menghentikan reaksi kemarahan.

penyaluran emosi yang kurang tepat akan merugikan diri sendiri dan orang lain, maka hindari marah.

referensi

http://geghans.blogspot.co.id/2010/04/macam-macam-gaya-marah-yg-manakah-gaya.html

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s