Analisa Kisah Nabi Yusuf

Alquran banyak mengkisahkan tentang kisah-kisah nabi-nabi Allah, salah satunya seperti kisah Nabi Yusuf. Tetapi Alquran tidak mengkisahkan secara detail, oleh karena itu sebagian sahabat mengambil riwayat-riwayat yang mengkisahkan perjalanan hidup Nabi-nabi terdahulu dan kaumnya dari Ahli kitab yang telak masuk Islam.

Banyak dari masyarakat Indonesia khususnya yang mengkisahkan perjalanan hidup Nabi Yusuf dari mulai beliau bermimpi tentang sebelas bintang sampai pernikahan Nabi Yusuf dengan istri al-‘Aziz yang biasa disebut dengan Zulaikha. Kisah perjalanan hidup Nabi Yusuf sangat menarik untuk dibahas karena baik dalam Al-Quran maupun AL-Hadis tidak diceritakan secara detail.

Kisah Nabi Yusuf menikah dengan Zulaikha, yang tidak lain adalah “Orang tua angkat” yang membeli Nabi Yusuf sebagai budak, secara logika sulit diterima. Terlebih dalam salah satu kisah yang mengabarkan: Zulaikha sudah menua serta buta kembali dapat melihat dan menjadi muda kembali setelah  bertemu Nabi Yusuf. Ketika Nabi Yusuf itu sudah terbebas dari penjara dan mendapat jabatan yang tinggi di mesir menawarkan diri untuk menikahi Zulaika. Kisah ini semacam upaya membuat happy ending (akhir yang menggembirakan) bagi kisah cinta yang tak bersambut yang tidak dapat dikukuhkan atas nama agama atau atas nama hadis Nabi, apalagi Alquran.

“Benarkah Nabi Yusuf menikahi Zulaikha?” adalah pertanyaan yang muncul akibat isra’iliyyat. Isra’iliyyat adalah kisah-kisah mengenai Alquran yang bersumber dan dinisbahkan kepada bangsa Yahudi atau Bani Israil. Menurut sebagian ahli tafsir, kisah-kisah Yahudi itu terserap ke dalam tradisi Islam melalui penafsiran Alquran. Isra’iliyyat telah banyak masuk ke dalam kitab-kitab tafsir, dari periodeklasik sampai kontemporer.

Para ulama ahli tafsir yang menerima riwayat isra’iliyyat dalam tafsir mengklasifikasi isra’iliyyat ke dalam beberapa bagian. Salah satu ulama itu adalah Muh}ammad ibn Muh}ammad Abu Shah}bah, yang membagi isra>’iliyya>t ke dalam 3 bagian:

1) Bagian yang diketahui kebenarannya berdasarkan Alquran dan Sunah;

2. Bagian yang diketahui kebohongannya berdasarkan Alquran dan Sunah, yaitu hal-hal yang bertentangan dengannya;

3) Bagian yang didiamkan, bagian ini tidak termasuk pada bagian pertama dan
tidak pula kedua.

riwayat-riwayat yang menceritakan pernikahan Nabi Yusuf dengan Zulaikha. Menurut para ahli tafsir, riwayat-riwayat itu tidak berdasar baik dari Alquran maupun hadis sahih, dan dari ulama Al-Jarh dan Al-Ta’dil (ulama yang menyelidiki kesalahan dan keadilan rawi), ulama yang menjadi sandaran dari orang-orang yang meriwayatkan kisah tersebut adalah orang yang thiqah, meskipun riwayat-riwayat tersebut tidak merusak aqidah umat muslim.

Referensi

http://journal.uinsgd.ac.id/index.php/jw/article/view/581

Mursyid, Ali dan Amalia, Zidna Khaira .(Januari 2016). Benarkah Yusuf dan Zulaikha Menikah? Analisa Riwayat Isra ’Iliyyat dalam Kitab Tafsir. Wawasan: Jurnal Ilmiah Agama dan Sosial Budaya 1

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s