Pengalaman Meneliti Anak berbakat: Ciri Anak Berbakat Matematika Pada Anak

Pengalaman Meneliti Anak berbakat: Ciri Anak Berbakat Matematika Pada Anak

oleh Abdurahman

 

Apa yang terlintas dalam pikiran ketika mendengar kata berbakat matematika? Orang yang sangat seriuskah? Jika iya, itu juga yang saya rasakan ketika memulai penelitian skripsi. Bagaimana tidak, anak yang kuteliti dikabarkan mampu menyelesaikan masalah matematika SD (kelas 1 sampai 6) dalam waktu 6 bulan di usia 7 tahun-an. Di tambah lagi, anak ini sering terlibat dalam perdebatan masalah-masalah fenomena-fenomena fisika di jejari sosial.

Pikiran itu berubah 180° setelah pertama kali bertemu. Anak yang saya teliti, masih sama dengan anak usia delapan tahun-an. Sekilas hampir sama dengan anak-anak yang lain. Dengan pakain yang berdebu anak ini masih senang bermain kotor-kotoran, senang memanjat dan berlarian kesana kemari.

Ini adalah lembar-lembar kenangan yang saya simpan 5 tahun yang lalu. Mungkin karena masih minim pengalaman, sempat saya ragu : mungkinkan ini anak berbakat matematika? Beberapa kali saya uji dengan masalah soal matematika di atas usianya, dapat dia selesaikan. Sampai terlintas dalam pikiran sampai dimana tingkat kemampuan matematikanya?

Beberapa daftar ceklis karakteristik anak berbakat matematika saya baca untuk menunjang penelitian. Salah satu daftar ceklis anak berbakat matematika dikemukakan Miller (1990) (dalam Tarsidi, 2010: 3; Freiman, 2006: 51). Menurut Miller, ada kesamaan karakteristik dan perilaku yang ditunjukan anak-anak berbakat matematika. Karakteristik tersebut sebagai berikut:

  1. Kesadaran yang sangat tinggi dan rasa ingin tahu yang sangat kuat tentang informasi numerik;
  2. Kecepatan yang luar biasa dalam belajar, memahami, dan menerapkan ide-ide matematik;
  3. Kemampuan yang tinggi untuk berfikir dan bekerja secara abstrak dan kemampuan untuk melihat pola-pola dan hubungan matematik;
  4. Kemampuan luar biasa untuk berfikir dan mengerjakan soal-soal matematik secara fleksibel dan kreatif, bukan dengan cara biasa;
  5. Kemampuan luar biasa untuk mentransfer hasil belajar ke dalam situasi-situasi matematik baru yang belum pernah diajarkan.

 

Dari daftar tersebut, Izzan (subjek penelitian skripsi) memiliki semua ciri. Izzan memiliki ketertarikan pada sistem bilangan di usia 7 tahun, bahkan kurang; mampu menjelaskan konsep matematika SMA (logaritma) di hadapan dosen matematika sebelu usia 7 tahun; Mampu menggunakan konsep logika matematika dalam penalarannya; mampu menyelesaikan menyederhanakan rumus-rumus luas bangun datar dengan cara mengambar secara  visual; serta mampu menggunakan konsep matematika dalam menjelsakan fenomena alam.

Daftar ceklis dari Miller menggambarkan keunggulan perkembangan berpikir (kognitif) anak berbakat matematik dibandingkan anak lain. Di usia yang jauh lebih muda, pemahaman dan kesadaran konsep matematika mereka sudah muncul, mendekati (atau melebihi) pemahaman orang dewasa.

 

Referensi:

 

Tarsidi, D. (2010). Anak-anak Berbakat dalam Pendidikan. [Online]. Tersedia: http://file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PEND._LUAR_BIASA/195701311986031-NIA_SUTISNA/AB/GIFTED.pdf [28 Maret 2010]

Freiman, V. (2006). Problems to Discover and to Boost Mathematical Talent in Early Grades: A Challenging Situations Approach. [Online]. Tersedia: http://www.math.umt.edu/tmme/vol3no1/TMMEv3n1a3.pdf. [15 Desember 2011]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s