Bahasa dan Penyandang “The Einstein Syndrome”

Bahasa dan Penyandang “The Einstein Syndrome”

Bahasa identik dengan kata-kata. seorang anak yang mengalami keterlambatan dalam mengungkapkan kadang-kata kadang “diangap kurang pintar”. Ini adalah pola tumbuh kembang yang unik. Walaupun banyak kasus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mengalami keterlambatan bicara di usia dini, ini tidak bisa digeneralisasikan semua anak terlambat bicara akan menjadi ABK dikala dewasa. Sebagian anak mengalami keterlambatan bicara diusia dini tetapi sebelum mencapai usia remaja tugas-tugas perkembangan yang mengalami keterlambatan diselesaikan. Kasus seperti ini seringkali dialami oleh penyandang “The Einstein Syndrome”.

Siapakah penyandang “The Einstein Syndrome”?

Mereka yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata, bahkan ada yang sampai tingkat jenius, tetapi berjuang di awal akibat tumbuh kembang yang tidak singkron.

Mereka yang sangat sibuk dengan perkembangan spasial di usia dini tetapi tidak tertarik dalam tugas-tugas yang melibatkan verbal.

Mereka seolah-olah tidak mampu membunyikan kata, berkomunikasi dengan bahasa misterius. Sebagian orang menganggap mereka mampu mempengaruhi pikiran orang lain dengan tatapan dan gerakan tubuh. Kemungkinan besar, orang tidak melihat bagaimana mereka berbicara lewat kata-kata, tetapi mereka mampu memahamkan lawan bicaranya dengan bahasa non verbal.

Malangnya, keterlambatan bicara sering dihubungkan dengan gejala autisme. Penyandang “The Einstein Syndrome”, seringkali mendapat salah diagnosa di usia dini. Mereka memproleh penaganan-penaganan yang belum tentu dibutuhkan.

Hati-hati mereka belum tentu mengalami gejala autisme!

Julia Maria van Tiel mengkategorikan ganguan bahasa pada penyandang  “The Einstein Syndrome” sebagai gangguan perkembanan bahasa dan bicara spesifik. Gangguan perkembangan ini adalah perkembangan “normal bagi penyandang  The Einstein Syndrome”. Perkembangan bicara ini merupakan kondisi keterlambatan kematangan. Kemampuan bicaranya akan menjadi normal sebelum usia pubertas.

Seorang anak dikatakan mengalami gangguan perkembangan bicara dan bahasa spesifik jika tidak diikuti atau disebabkan karena hal-hal di bawah ini (Goorhuis & Schaerlaekens, 2008):

  1. Inteligensi di bawah rata-rata. Bila anak-anak ini diberi tes IQ dengan tes Weschler untuk anak-anak (WISC), maka IQ performansi tidak boleh di bawah normal (di bawah skor 85).
  2. Tidak ada gangguan pendengaran, dalam mana batas ambang pendengaran adalah 25 dBHL. Anak-anak dengan gangguan perkembangan bicara dan bahasa ekspresif ini, ambang dengarnya tidak boleh lebih dari 25 dBHL.
  3. Bukan akibat dari gangguan pada organ-organ bicara, seperti misalnya gangguan otot-otot mulut, bibir sumbing dan langit-langit sumbing, gangguan otot-otot pernafasan serta gangguan pita suara.
  4. Tidak ada gejala parah maupun ringan cacat/gangguan neurologis (sistem saraf pusat). Gejala adanya cacat/gangguan neurologis pada sistem saraf pusat dapat dilihat melalui pemeriksaan fisik seperti sistem refleks dan motorik, maupun pemeriksaan melalui pencitraan otak.
  5. Tidak ada gangguan kontak sosial seperti halnya autisme.
  6. Tidak terdapat adanya sajian bahasa yang sangat kurang, atau karena menggunakan beberapa bahasa sekaligus (multibahasa), atau disebabkan karena sakit sangat lama sehingga tidak dapat mengembangkan kegiatan berbicara dan berbahasa.

referensi

van Tiel, J. M. (2009). Permasalahan Deteksi dan Penanganan Anak Cerdas Istimewa dengan Gangguan Perkembangan Bicara dan Bahasa Ekspresif (Gifted Visual-spatial Learner). Jurnal Ilmiah Psikologi. Vol. 1 (2). Hal. 147–148. [Online]. Tersedia: http://www.psikobuana.com/Jurnal_Psikobuana_Vol1No2-Okt2009.pdf [28 April 2010]

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s